Aplikasi LDR dengan Mikrokontroler

Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) adalah salah satu jenis resistor yang dapat mengalami perubahan resistansinya apabila mengalami perubahan penerimaan cahaya. Besarnya nilai hambatan pada Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR itu sendiri. LDR sering disebut dengan alat atau sensor yang berupa resistor yang peka terhadap cahaya. Biasanya LDR terbuat dari cadmium sulfida yaitu merupakan bahan semikonduktor yang resistansnya berupah-ubah menurut banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya. Resistansi LDR pada tempat yang gelap biasanya mencapai sekitar 10 MΩ, dan ditempat terang LDR mempunyai resistansi yang turun menjadi sekitar 150 Ω. Seperti halnya resistor konvensional, pemasangan LDR dalam suatu rangkaian sama persis seperti pemasangan resistor biasa. Simbol LDR dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/sensor-cahaya-ldr-light-dependent-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar
Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) adalah salah satu jenis resistor yang dapat mengalami perubahan resistansinya apabila mengalami perubahan penerimaan cahaya. Besarnya nilai hambatan pada Sensor Cahaya LDR (Light Dependent Resistor) tergantung pada besar kecilnya cahaya yang diterima oleh LDR itu sendiri. LDR sering disebut dengan alat atau sensor yang berupa resistor yang peka terhadap cahaya. Biasanya LDR terbuat dari cadmium sulfida yaitu merupakan bahan semikonduktor yang resistansnya berupah-ubah menurut banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya. Resistansi LDR pada tempat yang gelap biasanya mencapai sekitar 10 MΩ, dan ditempat terang LDR mempunyai resistansi yang turun menjadi sekitar 150 Ω. Seperti halnya resistor konvensional, pemasangan LDR dalam suatu rangkaian sama persis seperti pemasangan resistor biasa. Simbol LDR dapat dilihat seperti pada gambar berikut.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/sensor-cahaya-ldr-light-dependent-resistor/
Copyright © Elektronika Dasar 

      Resistansi Sensor cahaya LDR akan berubah seiring dengan perubahan intensitas cahaya yang mengenainya atau yang ada disekitarnya. Biasanya LDR terbuat dari cadmium sulfida yaitu bahan semikonduktor yang resistansinya berupah-ubah menurut banyaknya cahaya (sinar) yang mengenainya. Dengan bahan ini energi dari cahaya yang jatuh menyebabkan lebih banyak muatan yang dilepas atau arus listrik meningkat, artinya resistansi bahan telah mengalami penurunan. Resistansi LDR pada tempat gelap biasanya mencapai sekitar 10 MΩ, dan ditempat terang resistansi LDR turun menjadi hanya sekitar 150 Ω s/d 1 KΩ.
      Berdasarkan prinsip kerja LDR tersebut, maka output dari LDR berupa data analog. Sehingga agar data output dari LDR dapat diproses pada mikrokontroler maka data output tersebut akan diubah dalam bentuk data digital melalui Analog Digital Converter (ADC). Data digital akan diolah oleh mikrokontroler untuk menjalankan instruksi-instruksi pada script program. Berikut file yang dapat dignakan sebagai rujukan LDR.

Transistor Model re Common Emitor

 
BAB I
A.      Latar Belakang 
            Transistor adalah komponen elektronika semikonduktor yang berfungsi sebagai saklar dan penguat. Untuk mengetahui fungsi dari saklar atau pun penguat maka dilakukan analisa. Analisa Transistor terdiri dari analisa AC dan analisa DC. Analisa AC adalah analisa berdasarkan sinyal AC yang terdiri dari mode dan mode Hybrid. Analisa DC adalah analisa transistor berdasarkan sinyal DC. Dalam analisa AC meliputi penguatan tegangan (Av), penguatan arus (Ai), impedansi input (Zi) dan impedansi output ( Zo).

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan di atas, maka dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut:
1.      Apa yang dimaksud dengan analisis AC mode ?
2.      Apa saja karakteristik common emitter mode ?
3.      Bagaimana cara menghitung nilai  Av; Ai; Zi, dan Zo ?

C.    Tujuan
Sesuai rumusan masalah di atas, maka tujuan dari makalah ini adalah:
1.      Untuk mengetahui pengertian dari analisis AC mode .
2.      Untuk mengetahui karakteristik common emitter mode .
3.      Untuk mengetahui cara menghitung nilai Av; Ai; Zi, dan Zo.

          Materi pada BAB I diatas merupakan gambaran awal terhadap materi yang akan pembaca pelajari. Pada pembahasan kali ini akan terfokus pada Transistor Model re Common Emitor. Berikut adalah makalah yang bisa para pembaca jadikan referensi Makalah Transistor.

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

          Manajemen dapat didefinisikan sebagai “kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh sesuatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui kegiatankegiatan orang lain. Manajemen merupakan suatu proses pencapaian tujuan secara efisien dan efektif, melalui pengarahan, penggerakan dan pengendalian kegiatankegiatan yang dilakukan oleh orangorang yang tergabung dalam suatu bentuk kerja sama. Dan definisi Sistem Manajemen adalah bagian dari manajamen secara keseluruhan yang dibutuhkan bagi pengembangan, penerapan, pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan K3 dalam rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat kerja yang aman, efisien dan produktif. Untuk lebih jelasnya silakan download materi SMK3 pada link berikut file.

Pulse Width Modulation (PWM) Kelompok 1

      Terdapat beberapa jenis Op-amp, salah satunya adalah Pulse Width Modulation. Untuk meningkatkan pemahaman mengenai Op-amp, khususnya Pulse Width Modulation atau biasa disebut PWM, maka dapat dipelajari melalui video berikut yang berisi prinsip kerja dari PWM tersebut. Silakan menonton. Belajar kreatif.


Oscilloscope



1.      Pendahuluan
            Dalam sistem pengukuran maupun analisis bentuk gelombang serta fenomena lain dalam elektronika dapat digunakan salah satu instrument yang penting dan serba guna yaitu osiloskop. Dengan menggunakan osiloskop maka kita dapat mengetahui besarnya frekuensi dari periode dan tegangan dari suatu sinyal, dengan sedikit penyetelan maka kita dapat menentukan beda fase antara sinyal masukan dan sinyal keluaran.
            Kepentingan alat-alat ukur listrik dalam kehidupan sehari-hari tidak dapat disangkal lagi. Hampir semua alat ukur berdasarkan yang menggunakan energi listrik. Begitu pula halnya dengan osiloskop, yang memiliki begitu banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Osiloskop sangat berguna dalam bidang kesehatan, elektronika (listrik) dan lain sebagainya.Mengingat besarnya peranan osiloskop dalam kegiatan manusia maka akan dibahas secara sederhana mengenai osiloskop.

2.      Pengertian
          Osiloskop adalah alat ukur elektronik yang dapat memetakan atau memproyeksikan sinyal listrik dan frekuensi menjadi gambar grafik agar dapat dibaca dan mudah dipelajari. Osiloskop dapat digunakan untuk mengamati dan menganalisa bentuk gelombang dari sinyal listrik atau frekuensi dalam suatu rangkaian elektronika.
          Penggunaan lain dari osiloskop adalah untuk melihat amplitudo tegangan dan gelombang kotak sehingga harga rata-rata, puncak, RMS (root mean square), maupun harga puncak kepuncak atau Vp-p dari tegangan dapat diukur. Selain itu, hubungan antara frekuensi dan phasa antara dua gelombang juga dapat dibandingkan. Dengan sedikit melakukan pengaturan bisa diketahui beda fasa antara sinyal masukan dan sinyal keluaran. Pada umumnya osiloskop dapat menampilkan grafik Dua Dimensi (2D) dengan waktu pada sumbu X dan tegangan pada sumbu Y.
          Ada berbagai bentuk sinyal listrik, yaitu sinusoida, segitiga atau triangle, kotak atau square, dan denyut atau pulse. Berbagai bentuk sinyal listrik tersebut dapat dengan mudah diukur tegangannya, periodenya dan dapat ditentukan berapa frekuensinya menggunakan perangkat Osciloscope (CRO) ini.
3.      Cara Kalibrasi Osiloscope :
          1)  Memasukan probe / kabel penghubung ke input ( Chanel 1/ Chanel 2 )
          2)  Menghidupkan power osiloscope.
          3)  Mengatur intensitas cahaya dan fokus sinyal, agar gambar pada osiloscope dapat dilihat dengan jelas sehingga dapat meminimalisir selisih pengukuran
           4)  Mengatur Volt/Div & Time/Div-nya agar dalam pengkalibrasian dapat dihitung
           5)  Kemudian menghubungkan salah satu ujung probe ( Probe Ch 1 atau 2 ) pada tempat Calibrasi (CAL)
          6) Setelah gambar gelombang (biasanya gelombangnya berbentuk gelombang kotak) telah tampil pada layar Osiloscope baru dapat menghitung frekuensi & volt peak to peak (Vpp).
 4.      Jenis Oscilloscope
                1)      Osiloskop Analog
          Blok diagram dasar osiloskop yang terdiri dari pemancar elektron (Electron Beam), pembelok vertikal (Penguat-Y), pembelok horizontal (penguat-X), generator basis waktu (Sweep Generator), catu daya, dan tabung hampa (CRT).
Pemancar Elektron:
            Merupakan bagian terpenting sebuah osiloskop. Katode di dalam CRT (Cathode Ray Tube) akan mengemisikan elektron-elektron ke layar CRT melalui elektrode-elektrode pemfokus intensitas pancaran elektron ditentukan oleh banyaknya elektron yang diemisikan oleh katode.


Penguat Vertikal:
Penguat ini dapat memberikan tegangan hingga 100 V. Penguat ini harus dapat menguatkan tegangan DC maupun AC dengan penguatan yang sama. Pengukuran sinyal dapat diatur melalui tombol POS (position).
 Input-Y (Vert. Input):
Bagian ini terhubung dengan tombol pembagi tegangan, untuk membagi tegangan yang akan diukur, dengan perbandingan 10 : 1 atau 100 : 1. Tombol ini harus dibantu dengan sinyal kotak untuk kompensasi.
Penguat Horisontal:
Penguat ini memiliki dua input, satu dari sweep generator, menghasilkan trace (sapuan) horizontal lewat CRT dan input yang lain menguatkan sinyal eksternal dan ditampilkan pada CRT hanya pada sumbu horizontal.
Skala pada sumbu Horisontal CRT Osiloskop, digunakan untuk mengukur waktu (periode) dari sinyal yang diukur, misalnya 2 ms/ divisi.

Generator-Waktu
Generator waktu menghasilkan sinyal gigi gergaji, yang frekuensinya dapat diatur, dengan cara mengatur periodenya melalui tombol TIME BASE. CRT akan menampilkan sinyal yang diukur (sinyal input) hanya jika periode sinyal tersebut persis sama dengan periode sinyal gigi gergaji ini atau merupakan kelipatan periodenya.

Triggering dan bias waktu
Sinyal gigi gergaji akan mulai muncul jika ada sinyal trigger. Pada saat sinyal input melewati level trigger, maka sinyal gigi gergaji mulai muncul.
Catu Daya
Kinerja catu daya ini sangat mempengaruhi kinerja bagian lainnya di dalam osiloskop. Catu daya yang tidak terregulasi dengan baik akan menyebabkan kesalahan pengukuran dan tampilan yang tidak baik pada CRT (fokus, kecerahan/ brightness, sensitifitas, dan sebagainya).

2)          Osiloskop Dua Kanal
Seringkali orang perlu melakukan pengukuran dua sinyal AC yang berbeda dalam waktu yang sama. Misalnya kanal-1 mengukur sinyal input dan kanal-2 mengukur sinyal output secara bersamaan, maka osiloskop dua kanal mampu menampilkan dua sinyal dalam waktu bersamaan dalam satu layar.
Blok diagram osiloskop dua kanal mempunyai sebuah sistem pembangkit sinar (electron gun). Dua sinyal input dapat dimasukkan melalui kanal-1 dan kanal-2 (masing-masing penguat-Y). Pengaktifan kedua penguat-Y tersebut dipilih secara elektronik, melalui frekuensi yang berbeda untuk tiap kanal. Kedua sinyal input tersebut akan masuk melalui satu elektron-gun secara bergantian lalu ditampilkan pada CRT.
Jika sinyal input mempunyai frekuensi rendah, maka sakelar elektronik akan mengaturnya pada frekuensi tinggi. Sebaliknya, jika input sinyal mempunyai frekuensi tinggi, maka sakelar elektronik akan mengaturnya pada frekuensi yang lebih rendah.
Tampilan sapuan ganda (dual-trace) dari electron beam tunggal dapat  (dual-trace) dari electron beam tunggal dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu chop time sharing dan alternate time sharing. Pemilihan kanal dilakukan oleh multivibrator yang akan mengoperasikan sakelar elektronik secara otomatis.

  3)      Osiloskop Digital
Blok diagram osiloskop digital semua sinyal analog akan digitalisasi. Osiloskop digital, misalnya storage osciloscope terdiri dari:
1.      ADC (Analog-to-Digital Converter)
2.      DAC (Digital-to-Analog Converter)
3.      Penyimpan Elektronik

                     Blok diagram osiloskop digital

Pada osiloskop jenis ini, semua data yang akan ditampilkan disimpan di dalam RAM. Sinyal analog akan dicuplik (sampling), lalu dikuantisasi oleh ADC, yaitu diberi nilai (biner) sesuai dengan besarnya amplitudo tersampling (Gambar 8.38). Nilai ini dapat ditampilkan kembali secara langsung pada layar CRT atau monitor PC melalui kabel penghubung RS-232.
Perbedaan antara osiloskop analog dan digi-tal hanya pada pemproses sinyal ADC. Pengarah pancaran elektron pada osiloskop ini sama dengan pengarah pancaran elektron pada osiloskop analog. Osiloskop digital ada yang dilengkapi dengan perangkat lunak matematik untuk analisis sinyal atau printer.